K2 · Membaca untuk keputusan

Membaca Laporan untuk Kredit.

Investor membaca laporan untuk mencari pertumbuhan. Lender membaca laporan yang sama untuk mencari kepastian pembayaran. Angka yang sama, pertanyaan yang berbeda.

Prasyarat & rujukan (tidak diulang di sini)

1 · Cash flow adequacy — pertanyaan pertama lender

Sebelum rasio apapun, lender menanyakan satu hal: apakah kas operasi cukup membayar kewajiban utang tahun ini?

UkuranRumus (mata lender)Ambang sehat
DSCR (Debt Service Coverage Ratio)CFO ÷ (cicilan pokok + bunga)≥ 1,25×
Interest coverageEBITDA ÷ beban bunga≥ 3× (korporasi)
CFO / total utangCFO ÷ total liabilitas berbunga≥ 20%
Jebakan: DSCR dari laba bukan dari kas adalah ilusi. Laba bisa naik sementara kas operasi negatif (piutang menumpuk). Lender selalu mulai dari CFO — yang membayar utang adalah kas, bukan laba akuntansi.

2 · Debt capacity — berapa MAKSIMAL boleh dipinjamkan?

Kapasitas utang = level utang maksimum di mana borrower tetap memenuhi DSCR minimum dalam skenario wajar:

  1. Ambil CFO yang dinormalisasi (rata-rata 3 tahun, buang one-off).
  2. Tentukan DSCR minimum yang kamu tuntut (mis. 1,25×).
  3. Debt service maksimum = CFO normalisasi ÷ 1,25.
  4. Kurangi debt service dari utang existing → sisa = ruang untuk utang baru.
  5. Konversi ke limit pinjaman via tenor & bunga (anuitas).

Ini bukan valuasi — ini pagar. Beda disiplin, beda tujuan.

3 · Kualitas laba dari mata lender

Investor suka accruals (tanda pertumbuhan). Lender curiga pada accruals (tanda kas belum masuk):

Keputusan K2 — Worksheet Debt Capacity

Kasus (FIKTIF — PT Nusantara Logistik). Angka dalam Rp miliar:

Pos202320242025
CFO424845
Laba bersih303855
Debt service existing (pokok+bunga)/tahun28
Total utang berbunga existing120

Tugas: (1) hitung CFO normalisasi (rata-rata 3 thn); (2) hitung DSCR existing; (3) dengan DSCR minimum 1,25×, berapa debt service maksimum? (4) berapa ruang utang baru per tahun? Tulis angkanya + vonis: layakkah diberi tambahan kredit Rp40 miliar (tenor 4 thn, bunga 11%)?

Kunci (cek setelah mengerjakan): CFO norm = 45; DSCR = 45÷28 = 1,61×; debt service maks = 45÷1,25 = 36; ruang = 36−28 = 8/thn. Cicilan Rp40M/4thn @11% ≈ Rp12,9M/thn > 8 → tidak layak penuh; laba 2025 yang melonjak tanpa CFO = accruals — lampu kuning.

Quiz & Gerbang

Butuh ≥80% untuk lulus modul ini.

Lanjut ke K3 → · ← K1