K1 · Fondasi

Fondasi Analis Kredit.

Investor bertanya "berapa return-nya?" — lender bertanya "kapan saya dibayar kembali, dan apa yang melindungi saya kalau salah?" Modul ini menanam cara berpikir itu.

Prasyarat & rujukan

1 · Kerangka 5C (+1)

Setiap keputusan kredit diuji terhadap lima C klasik — plus satu C modern yang paling menentukan:

CPertanyaanYang dicari analis
CharacterBisakah dipercaya?Rekam jejak pembayaran, reputasi manajemen, transparansi laporan
CapacityMampukah membayar?Arus kas operasi vs kewajiban utang (DSCR) — ini C terpenting
CapitalBerapa modal sendiri yang dipertaruhkan?Ekuitas / leverage; pemilik yang tidak menaruh modal = tidak serius
CollateralApa yang bisa disita?Nilai agunan & likuiditasnya — perlindungan terakhir, bukan alasan memberi
ConditionsBagaimana kondisi industrinya?Siklus sektor, regulasi, posisi kompetitif
Cash flow (C ke-6, modern)Dari mana tepatnya pembayaran berasal?Kualitas & stabilitas CFO; lender modern menaruh ini di atas collateral
Prinsip meja kredit: collateral yang bagus tidak pernah menjadi alasan memberi pinjaman kepada borrower yang capacity-nya lemah. Agunan = parasut cadangan, bukan mesin pesawat.

2 · Lender vs investor — beda otak

Investor (ekuitas)Lender (kredit)
UpsideTidak terbatas — makin besar makin baikTerbatas pada bunga + fee yang disepakati
DownsideHarga turun (bisa tunggu)Gagal bayar (tidak bisa "tunggu" — uangnya hilang)
Fokus analisisPertumbuhan, valuasi, moatStabilitas kas, downside protection, covenant
Pertanyaan inti"Berapa return-nya?""Kapan saya dibayar kembali?"
Sikap terhadap risikoDihargai bila return sepadanDihindari / diberi harga / dipagari struktur

Karena upside terbatas dan downside bisa total, analis kredit dibayar untuk pesimis secara profesional — itulah mengapa "keraguan adalah pekerjaan".

3 · Alur kerja credit

  1. Origination — borrower / relationship manager mengajukan kebutuhan.
  2. Analysis — analis menilai 5C+1, menyusun credit memo (di sinilah kamu bekerja).
  3. Committee — komite kredit menantang analis (bukan menyetujui mentah-mentah).
  4. Documentation — term sheet → perjanjian kredit + covenant + agunan.
  5. Monitoring — pantau kuartalan; rating internal bisa naik/turun.
  6. Workout — bila bermasalah: restructure, tambah agunan, atau tarik fasilitas.

Analis yang baik menulis memo seolah akan diinterogasi komite — karena memang akan.

4 · Profil peran (dari posting real)

Ringkasan peran Credit Analyst / Credit Risk Analyst di fintech & perbankan Indonesia (disusun dari pola posting lowongan aktual):

Catatan jujur: ringkasan ini pola umum, bukan kutipan satu lowongan. Selalu baca posting spesifik perusahaan yang kamu lamar — setiap lender punya risk appetite berbeda.

Keputusan K1 — Penilaian 5C

Kasus (FIKTIF — PT Sinar Kemas, manufaktur kemasan, mengajukan kredit modal kerja Rp8 miliar, tenor 3 tahun):

  • Character: pemilik 15 tahun di industri, tidak pernah menunggak di bank sebelumnya.
  • Capacity: CFO 3 tahun terakhir stabil Rp4–5 miliar/tahun; DSCR proyeksi 1,6×.
  • Capital: ekuitas Rp12 miliar vs total utang existing Rp18 miliar (D/E 1,5×).
  • Collateral: gudang + mesin, nilai likuidasi estimasi Rp10 miliar.
  • Conditions: industri kemasan tumbuh moderat, 2 kompetitor besar masuk tahun lalu.
  • Cash flow: 70% penjualan ke 3 pelanggan besar (konsentrasi).

Pilih vonismu, lalu tulis 1 paragraf: C mana yang paling menguatkan, C mana yang paling mengkhawatirkan, dan struktur apa yang kamu minta (mis. covenant / agunan tambahan / tenor).

Quiz & Gerbang

Butuh ≥80% untuk lulus modul ini.

Lanjut ke K2 → · ← Beranda