Prasyarat & rujukan (tidak diulang di sini)
- ECL/CKPN, NPL, coverage (teori akuntansi): FSA Lab M30
- Latihan baca bank real: Bank Practice BBRI
- Mekanik interim bank: FSA Lab M38
1 · Staging = sistem peringatan dini (bukan sekadar akuntansi)
PSAK 71 membagi kredit ke 3 stage. Akuntan melihatnya sebagai aturan provisi — analis kredit melihatnya sebagai radar:
| Stage | Arti | Provisi | Bacaan analis kredit |
|---|---|---|---|
| Stage 1 | Risiko belum naik signifikan | ECL 12 bulan | Normal — tapi pantau tren migrasi |
| Stage 2 | Risiko naik signifikan (SICR) | ECL lifetime | WATCH Lampu kuning — investigasi dimulai di sini |
| Stage 3 | Credit-impaired (gagal bayar) | ECL lifetime | ESCALATE Sudah kejadian — workout mode |
2 · Watchlist & klasifikasi internal
Bank yang serius punya watchlist: daftar debitur yang belum macet tapi menunjukkan gejala. Kriteria masuk watchlist (contoh):
- DSCR turun 2 kuartal berturut-turut meski masih > 1×.
- Permintaan perpanjangan tenor / keringanan cicilan.
- Pergantian manajemen kunci atau auditor.
- Penurunan peringkat industri / harga komoditas andalan.
- Penggunaan limit revolving yang tiba-tiba penuh terus.
Masuk watchlist ≠ vonis. Artinya: frekuensi monitoring naik, analis ditugaskan, rencana kontinjensi disiapkan.
3 · Restrukturisasi = sinyal, bukan solusi
- Forbearance (keringanan: tenor diperpanjang, bunga diturunkan) adalah sinyal bahwa borrower tidak bisa membayar sesuai janji awal — catat sebagai fakta risiko, bukan sebagai "masalah selesai".
- Restrukturisasi yang berulang = NPL yang tertunda, bukan kredit yang sehat kembali.
- Pertanyaan analis: "apakah restrukturisasi ini memperbaiki capacity, atau hanya menunda pengakuan?"
4 · Provisioning vs economic loss
CKPN/ECL adalah estimasi akuntansi — bukan kerugian sebenarnya. Analis kredit membedakan:
- Beban CKPN naik + NPL datar = bank sedang front-loading (konservatif, bagus) atau menutupi sesuatu — investigasi.
- CKPN turun + NPL naik = provisi tidak mengejar risiko — lampu merah.
- Coverage ratio (CKPN ÷ NPL gross) = bantalan. Di atas 100% = ada cadangan; tren turun = bantalan menipis.
Keputusan K4 — Monitoring Note Kuartalan
Kasus (FIKTIF — PT Sinar Kemas, update Q1):
- DSCR: 1,6× → 1,3× (masih di atas covenant 1,25× — tapi headroom tinggal 0,05).
- Satu dari 3 pelanggan besar menunda pembayaran 60 hari (piutang +Rp2,1M).
- Direktur keuangan mengundurkan diri; pengganti belum ada.
- Utilisasi limit revolving: 45% → 92%.
- CFO kuartal ini turun 30% vs rata-rata (modal kerja tersedot piutang).
Tugas analis monitoring: putuskan rating internal (upgrade / maintain / downgrade), migrasi stage (tetap Stage 1 / pindah Stage 2 + alasan), dan 3 tindakan konkret kuartal ini.
Kunci: downgrade / watchlist ketat + Stage 2. Lima gejala serentak (DSCR menipis, piutang tertunda, CFO turun, utilisasi penuh, CFO resign) = SICR yang jelas. Maintain = analis yang tidur. Tindakan contoh: site visit + review covenant (waiver preemptif?), batasi penarikan revolving, minta proyeksi kas 13 minggu.
Quiz & Gerbang
Butuh ≥80% untuk lulus modul ini.